7 Tips Mengatur Keuangan Bisnis Pulsa dan PPOB

Tips • 01 Juli 2020

Berkembangnya bisnis pulsa dan PPOB di tanah air memberikan kemudahan bagi masyarakat. Kini pulsa bukan hanya dibutuhkan oleh sebagian orang, tapi seluruh lapisan masyarakat. Pulsa sudah menjadi kebutuhan primer, begitu juga dengan tagihan yang bukan asing lagi. Tagihan paling umum yang sering dibayarkan adalah asuransi kesehatan, listrik, dan PDAM.


Dengan tingginya minat masyarakat, sudah semestinya kamu mengambil kesempatan ini. Selain meraih keuntungan, bisnis pulsa dan PPOB juga akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan produk dan transaksi digital.


Namun siapa sangka memulai bisnis ini ingin dapat untung malah buntung. Sering kita dengar banyak pebisnis yang gulung tikar. Umumnya disebabkan pebisnis kurang lihai dalam mengatur keuangan bisnis.


Agar hal itu tidak terjadi di bisnismu, yuk simak beberapa tips berikut untuk mengatur keuangan dalam berbisnis pulsa dan PPOB.


1. Memisahkan uang pribadi dan bisnis


Kesalahan paling umum dalam berbisnis pulsa dan PPOB yaitu tidak memisahkan uang pribadi dengan bisnis. Walau sekecil apapun bisnismu, tetap perlu memisahkan keduanya. Sehingga kamu bisa tahu bagaimana perputaran uang bisnis dan bisa menjadikannya bahan evaluasi jika dirasa belum begitu menguntungkan.


Jika kamu menggabungkan kedua sumber uang tersebut, bukan tidak mungkin uang bisnismu akan terpakai untuk kebutuhan pribadi. Dan ditakutkan uang bisnismu bisa habis dan bisnis jadi ngadat sampai gulung tikar!


2. Biasakan transaksi secara tunai


Seringkali ada pembeli yang merasa sudah berlangganan lama denganmu lalu ingin berhutang ketika hendak bertransaksi. Kamu harus waspada dengan pembeli seperti ini. Dikhawatirkan pembeli baru akan membayar hutangnya dalam jangka waktu yang lama. Tentunya ini tidak baik bagi perputaran uang bisnis pulsa dan PPOB yang kamu miliki. Jadi sebaiknya jangan menggunakan opsi ‘boleh berhutang’ jika tidak ingin uang bisnismu macet. Biasakan untuk bayar secara tunai jika ingin bertransaksi denganmu ya, sob.


3. Berhutang secara bijak


Ketika hendak memulai bisnis, seringkali kamu terkendala modal awal. Berhutang kepada bank, koperasi, atau sumber peminjaman lainnya menjadi opsi paling praktis untuk mendapatkan modal dalam waktu cepat. Tapi perlu diingatkan, jangan terlalu banyak meminjam terutama di awal memulai bisnis pulsa dan PPOB. Sebaiknya dihitung dulu berapa dana yang kamu butuhkan dan berapa lama kamu sanggup melunasinya. Jika terlalu banyak meminjam, tentunya bulanan yang harus kamu bayarkan akan lebih banyak dan lama tenor pelunasan semakin lama.


4. Meminimalisir pengeluaran


Saat awal memulai bisnis, keuangan masih belum stabil dan akan lebih banyak membutuhkan banyak modal. Walau begitu, jangan terlalu banyak mengeluarkan uang terutama untuk hal-hal yang sekiranya belum diperlukan di awal. Jadi pastikan untuk membuat list pengeluaran awal, pengeluaran tetap dan tidak tetap. Dari list ini kamu bisa nilai pengeluaran mana yang perlu dipotong sehingga kamu bisa menghemat modal lebih banyak dan menggunakannya untuk hal yang lebih penting.


5. Kontrol arus kas usaha


Pentingnya mengelola keuangan agar bisnismu tetap bisa berjalan. Jika arus kas usaha lancar maka bukan tidak mungkin bisnismu bisa berkembang terus hingga menjadi besar. Sebaliknya, jika arus kas mengadat, pergerakan bisnismu bisa jadi terganggu dan akan mempengaruhi operasional harian.


6. Mencatat setiap transaksi yang sudah berhasil


Kamu perlu mencatat setiap transaksi yang sudah berhasil dilakukan. Catatan ini sangat penting untuk melihat seberapa banyak transaksi selama perharinya. Dari catatan ini, kamu juga bisa melihat apakah bisnis kamu mengalami perkembangan atau tidak dan bagaimana pergerakan arus kas bisnis pulsa dan PPOB milikmu.


Namun jika kamu ingin catatan yang praktis, jangan khawatir. Khusus pengguna BukaKios, semua transaksi kamu akan tercatat di fitur Laporan. Bukan hanya transaksi, kamu juga bisa mengetahui omset dan profit, lho.


7. Buat rekapitulasi secara berkala


Setelah berhasil membuat catatan, sebaiknya lakukan rekapitulasi transaksi perminggu dan perbulan. Dari rekapitulasi ini, bisa melihat bagaimana perkembangan bisnis kamu. Jika mendapatkan hasil yang kurang sesuai ekspetasi, kamu bisa mengambil tindakan agar bisnismu tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.