Jangan Biarkan Smartphone Sumber Dosa Baru

Jum'at Barokah • 13 Maret 2020

Kemajuan teknologi di era globalisasi sangat membantu dalam aktivitas sehari-hari. Kita bisa menghemat tenaga dan waktu lebih banyak dengan hadirnya berbagai inovasi. Dengan adanya inovasi tersebut, diharapkan akan memberikan hasil kerja dan aktivitas yang lebih maksimal dan efisien.


Namun tak semua orang akan melakukan tindakan demikian. Nyatanya, ada mudharat yang terjadi selama menggunakan inovasi. Sebut saja salah satunya smartphone. Bak pisau bermata dua, jika kamu salah menggunakannya maka kamu akan mendapatkan mudharat. Berikut dosa yang paling umum terjadi dan sepatutnya untuk dihindari.


1. Pemalsuan identitas akun media sosial


Terdengar sepele dan pastinya ada di antara kita yang pernah melakukan ini. Namun sadarkan kamu bahwa tindakan pemalsuan identitas akun media sosial termasuk perbuatan berdusta atau tidak jujur. Jadi pastikan kamu membuat identitas akun media sosial sesuai dengan identitas aslimu agar dosa tidak terus mengalir.


Berbohong atau berdusta, sesungguhnya tidak akan dilakukan kecuali orang-orang yang tidak beriman. Sebagaimana Allah SWT. jabarkan dalam firman-Nya:


إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَأُوْلـئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ


Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta” (QS. An-Nahl [16]:105)


2. Berkomentar negatif


Umumnya setiap postingan yang memuat berita atau cerita yang melanggar norma, akan ada para ‘hakim dadakan’ yang entah sadar atau tidak memberikan komentar negatif. Umumnya mereka akan memberikan komentar negatif seperti mengejek, menghina, hingga memberikan kata-kata yang tidak pantas untuk disampaikan. Secara tidak langsung, tindakan ini termasuk cyber bullying. Tentunya ini termasuk tindakan tercela yang harus dijauhi.


Allah SWT. juga melarang kita dari perbuatan saling mengolok-olok. Allah SWT. berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ


Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri. Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk). Seburuk-buruk panggilan ialah (penggilan) yang buruk (fasik) sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim” (QS. Al-Hujurat [49]:11)


3. Menyebarkan hoax


Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini bersliweran berita bohong atau yang lebih dikenal dengan hoax. Ada banyak tujuan hoax, seperti ingin menjatuhkan nama orang lain atau kelompok, membuat kepanikan, dan provokasi demi mencapai misi tersebulung.


Tindakan ini termasuk tindakan berdusta atau berbohong. Dan sudah pasti termasuk tindakan tercela yang sepatutnya dihindari. Sebagaimana Allah SWT. jabarkan dalam firman-Nya:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ


Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS. Al-Hujurat [49]:6)


4. Melihat, menyebarkan, atau menampilkan aurat


Ketika sedang “berselancar” di media sosial, terkadang kita akan melihat postingan dengan foto-foto yang tidak pantas. Jika kamu tidak sengaja melihatnya, segera sembunyikan atau lewati pos tersebut. Jika kamu membiarkannya dengan tujuan memang ingin melihat gambar tersebut, maka dosa akan mengalir. Tindakan ini termasuk zina mata. Dan akan lebih buruk jika kamu menyebarkan pos tersebut dengan tujuan orang lain bisa melihatnya.


Allah Ta’ala berfirman:


قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ


Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24]:30).


5. Menggunjing atau menyebarkan aib orang lain


Memang manusia memiliki sifat alami ingin mengetahui banyak hal. Namun bukan berarti untuk mengetahui aib orang lain. Aib adalah sesuatu yang sepatutnya untuk disembunyikan, bukan untuk disebarluaskan. Sayangnya, tindakan menyebarkan aib bahkan sudah menjadi trend terutama di media sosial. Hindari tindakan ini agar kamu tidak mendapatkan dosa.


Allah SWT telah berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ


Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka ‘memakan daging’ saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”(QS. Al-Hujurat [49]:12)


6. Membuang waktu dengan smartphone sehingga melalaikan shalat


Bermain smartphone terkadang memang mengasyikkan. Ada banyak yang bisa kita lakukan, mulai dari aktivitas membaca, menonton, berkomunikasi, hingga bermain game. Namun saking asyiknya, ada yang sampai melalaikan shalat. Padahal shalat itu sudah kewajiban bagi setiap muslim.


Allah SWT telah berfirman:


فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya” (QS. Al-Ma’un [4]:5)


Sudah sepatutnya kamu untuk menggunakan smartphone sebaik mungkin dan dengan tujuan yang baik pula. Hindarilah segala tindakan tercela yang bisa mencelakakan kamu. Kemudian ganti dengan aktivitas yang bisa memberikan kebaikan untuk kamu, baik kebaikan dunia maupun akhirat.