Jenis Laporan Keuangan yang Perlu Dimiliki Penjual Pulsa

Info • 27 September 2020

Tujuan utama dalam menjalankan bisnis adalah mendapatkan keuntungan yang besar. Untuk mencapai tujuan tersebut ada dua pilihan yang dapat dilakukan, yaitu memasok produk dan menyediakan jasa. Namun apapun yang dipilih, seorang pebisnis dituntut untuk membuat laporan keuangan bisnis yang dijalankannya.


Laporan keuangan memiliki peran penting dalam keberlangsungan bisnis. Sebagai informasi, laporan keuangan merupakan catatan informasi lengkap mengenai kinerja perusahaan atau bisnis dalam satu periode. Jadi dari laporan ini kamu bisa mengetahui seberapa besar keuntungan atau kerugian yang dialami dalam bisnis yang sedang dijalankan.


Jika mulai berpikiran untuk membuat laporan keuangan, sebaiknya ketahui dahulu jenis-jenisnya. Terdapat empat jenis laporan keuangan yang umumnya dibuat oleh pebisnis. Untuk mengetahui keempat jenis laporan tersebut, silahkan simak di bawah ini.


1. Laporan Laba Rugi


Laporan Laba Rugi atau Profit Loss Statement adalah sebuah laporan yang menyajikan data tentang biaya pendapatan dan pengeluaran sebuah bisnis dalam satu periode tertentu. Umumnya laporan ini dibuat per tiga bulan sekali (periode kuartal). Dalam laporan ini, kamu akan mengetahui seberapa besar keuntungan atau kerugian bisnis yang diterima.


Dengan hadirnya laporan ini, pebisnis dapat menjadikannya sebagai acuan pembanding keuntungan bisnis yang didapat setiap kuartal. Sehingga sangat bagus sebagai dasar untuk mengambil langkah dan strategi bisnis kedepannya.


Dalam laporan Laba Rugi terdapat empat elemen, yaitu:


a. Pendapatan (Revenue)
b. Beban (Expense)
c. Keuntungan (Profit)
d. Kerugian (Loss)


2. Laporan Perubahan Modal


Laporan Perubahan Modal merupakan laporan yang berisi informasi kenaikan dan penurunan dalam aktiva bersih atau kekayaan dalam suatu periode. Modal awal dalam sebuah bisnis bisa berubah tergantung keuntungan yang didapatkan.


Laporan Perubahan Modal dapat dilakukan oleh pebisnis apabila:


a. Modal Awal, sesuai dengan saldo yang ditetapkan.
b. Investasi, jika ada investor yang memberikan penanaman modal baru.
c. Hasil akhir dari Laporan Laba Rugi (profit malam merugi).
d. Data prive (pengambilan dana oleh owner untuk pribadi).


3. Laporan Neraca


Laporan Neraca atau Balance Sheet merupakan laporan yang memberikan data tentang keberadaan posisi keuangan dalam posisi tertentu. Laporan ini disusun setelah mengetahui keuntungan, kerugian dan ekuitas dari bisnis. Dan laporan Neraca umumnya berbanding lurus dengan Laporan Laba Rugi. Jika bisnis memperoleh untung, maka laporan neraca juga akan ikut bergerak positif.


Terdapat tiga jenis Laporan Neraca, yaitu:


a. Aktiva: Harta yang dimiliki, seperti uang, bangunan, perabot, dll.
b. Kewajiban: Berbagai macam hutang yang dimiliki, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
c. Modal: Harta kekayaan yang dimiliki oleh pebisnis dan digunakan untuk kebutuhan bisnis.


4. Laporan Arus Kas


Laporan Arus Kas atau Cash Flow Statement merupakan laporan yang berisi rincian arus kas yang masuk dan keluar dalam suatu bisnis.


Dalam Laporan Arus Kas terdapat tiga komponen, yaitu:


a. Arus Kas Operasional
b. Arus Kas Pembiayaan
c. Arus Kas Investasi