Kesalahan Fatal Paling Umum Bagi Penjual Pulsa

Tips • 10 September 2020

Berjualan pulsa merupakan salah satu bisnis yang kini sedang tren di masyarakat. Bagaimana tidak, pulsa sudah menjadi komoditas penting saat ini. Semua lapisan masyarakat pasti akan membutuhkan pulsa agar bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terpisah jarak. Memanfaatkan keadaan ini, banyak orang yang mulai menyadari ini sebagai kesempatan dan memulai bisnis berjualan pulsa. Hal ini dapat kita lihat dengan munculnya konter pulsa di berbagai sudut di tanah air.


Jika dibahas apakah bisnis ini akan memberikan keuntungan atau tidak, jawabannya adalah tergantung bagaimana cara penjual mengelola dan menjalankan bisnisnya. Tak dapat dipungkiri bahkan ada beberapa pengusaha yang menutup konternya akibat sepi pelanggan. Namun ada juga konter yang tak pernah sepi. Saking ramainya, bahkan mereka bisa membuat cabang konternya di daerah lain. Tapi bukan berarti ramai pelanggan juga berarti untung. Ada juga penjual yang bahkan tetap mengalami kerugian meskipun konternya tidak pernah sepi dari pengunjung.


Jika ditanya kenapa bisa terjadi hal demikian, ada baiknya untuk melihat kembali apa saja yang telah dilakukan selama menjalankan bisnis berjualan pulsa. Terkadang secara tak sadar penjual melakukan beberapa kesalahan yang ternyata berdampak terhadap bisnisnya. Apa saja itu? Berikut beberapa kesalahan fatal yang umumnya dilakukan oleh penjual pulsa.


1. Menjual dengan harga yang terlalu mahal atau murah dari harga pasaran


Menjual pulsa dengan harga di atas rata-rata pasaran demi mendapatkan keuntungan lebih banyak? Hindari pemikiran seperti ini. Pelanggan cenderung tidak akan kembali jika mengetahui konter yang dikunjunginya menjual dengan harga mahal. Jika penjual mempertahankannya, lama-lama konter akan menjadi lebih sepi dan ujung-ujungnya gulung tikar.


Namun menjual dengan harga lebih rendah juga tidak baik. Selain merusak harga pasar, keuntungan yang diperoleh tidak akan berbanding lurus dengan usaha yang sudah dikeluarkan. Jika tidak berbanding lurus bukan untung yang didapat, malah capek saja yang dipanen. Jadi sebaiknya juallah dengan harga yang sama dengan harga pasaran.


2. Kurang ramah dengan pelanggan


Ramah menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan apakah pelanggan akan betah atau tidak. Tak jarang banyak pelanggan yang mengeluhkan penjual yang tidak ramah dan memutuskan untuk tidak singgah lagi ke konter tersebut. Kenyamanan juga perlu menjadi perhatian serius bagi penjual sehingga pelanggan bisa betah dan berlangganan di konter. Jadi pastikan attitude dengan pelanggan dijaga ya.


3. Lokasi konter tidak strategis


Pulsa memang dibutuhkan masyarakat, namun bukan berarti penjual boleh sembarangan membuka konter. Abai saat memilih posisi konter dapat berdampak ke keberlangsungan bisnis. Sebisa mungkin bukalah di area yang padat penduduk atau sering dilalui orang. Tapi tetap perhatikan pesaing lainnya.


4. Bebas memberikan kesempatan pelanggan untuk berhutang


Memberikan kemudahan terhadap pelanggan memang bagus, salah satunya dengan memberikan kesempatan pelanggan untuk berhutang. Ada masanya ketika pelanggan terdesak namun kelupaan atau tidak membawa uang. Biasanya di posisi ini rasa kemanusiaan sangat diuji. Namun perlu diingat, lihat siapa yang akan diberikan hutang dan bagaimana track recordnya. Ada baiknya untuk memberikan hutang kepada pelanggan yang sudah dikenal baik, bukan pelanggan baru. Dan pastikan bahwa dia tidak memiliki riwayat buruk soal hutang.


Setelah memastikan pelanggan tersebut aman untuk berhutang, berikan tenggat waktu bagi penghutang agar penjual tidak perlu meraba kapan hutang akan dibayar. Dan pastikan untuk tidak terlalu sering memberikan hutang. Sebab jika melakukan hal demikian maka semakin banyak modal yang akan terpendam. Jika dibiarkan, perputaran modal akan tersendat dan membayahakan keberlangsungan bisnis.


5. Jam buka konter tidak konsisten


Menjalankan bisnis angin-anginan dan membuka konter sesuka hati? Jauhi kebiasaan ini. Selain keuntungan yang didapatkan jadi tidak konsisten, pelanggan juga akan kesal dan akan lari ke konter pesaing. Sebaiknya pastikan jam operasional konter sehingga pelanggan bisa membeli di waktu tersebut.


6. Tidak membuat laporan keuangan


Walaupun hanya bisnis berjualan pulsa, penjual juga dituntut untuk tetap membuat laporan keuangan. Laporan keuangan ini berguna untuk melihat bagaimana perputaran modal, berapa keuntungan yang didapatkan, dan berapa uang yang dikeluarkan untuk operasional konter. Dari laporan ini, kamu bisa melihat apakah bisnismu berjalan secara sehat atau tidak.


7. Tidak memisahkan antara uang bisnis dan pribadi


Hindari menggabungkan uang bisnis dan uang pribadi meskipun dengan alasan apapun. Jika ingin membuat bisnis berjalan dengan lancar, pastikan untuk memisahkan kedua uang tersebut. Sehingga resiko uang modal bisnis yang terpakai bisa terminimalisir.


8. Tidak melakukan evaluasi secara berkala


Setelah menjalankan bisnis selama beberapa waktu, ada baiknya untuk melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi begitu penting, selain untuk mengetahui apa saja bagian yang sudah bagus, juga mengetahui bagian mana yang perlu diberi perhatian serius sehingga bisa ditangani secepatnya. Bisa dikatakan, evaluasi merupakan upaya untuk berbenah demi kemajuan bisnis yang dijalani. Jadi pastikan untuk melakukan evaluasi bisnis berjualan pulsa secara berkala ya.