Pamer ibadah di Media Sosial? Hati-hati Riya’!

Jum'at Barokah • 20 Maret 2020

Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ada banyak yang dapat dilakukan di dalamnya, seperti sekedar berbagi kabar, memberi pengetahuan atau informasi, menyebarkan foto atau video menarik, hingga sekedar curhat kehidupan pribadi. Tapi tahukah kamu bahwa media sosial dapat menimbulkan dosa?


Pernahkah saat kamu melakukan suatu ibadah, lalu mempublikasikan ke media sosial dengan harapan mendapat pujian dari orang lain? Kedepannya kamu harus lebih waspada. Tindakan tersebut ternyata tergolong dalam Riya’, lho.


Sebagai informasi, riya’ berasal dari bahasa Arab, arriya’ (الرياء) berasal dari kata kerja raâ ( راءى) yang bermakna memperlihatkan. Riya’ merupakan memperlihatkan sekaligus memperbagus suatu amal ibadah dengan tujuan agar diperhatikan dan mendapat pujian dari orang lain.


Hukum melakukan Riya’ adalah haram. Hal ini dikarenakan riya’ termasuk akhlak tercela karena melakukan amal tidak semata-mata demi mendapatkan ridha Allah SWT., melainkan untuk mendapat pujian sesamanya. Sehingga perbuatan ini digolongkan kepada syirik kecil, yang mana itu adalah dosa besar dan balasannya berupa siksa api neraka.


Allah SWT berfirman yang artinya;


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia.” (Q.S. Al-Baqarah (2):264).


Kembali ke riya’ di media sosial. Semakin hari, jumlah orang yang melakukan riya’ semakin meningkat. Ada banyak macam perbuatan yang sering dipublikasi di media sosialnya, seperti:


  1. Bersedekah ke orang atau kelompok yang membutuhkan agar dikira dermawan
  2. Menampilkan badan yang sehat karena rajin puasa
  3. Mengenakan pakaian yang sesuai syar’i agar dikira alim
  4. Membaca Ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu agar dipuji

Sebenarnya, tidak apa mempublikasikan ke media sosial mengenai ibadah. Namun tentunya dengan tujuan tetap mencari ridha Allah dan membantu memotivasi orang lain untuk ikut melakukan kebaikan. Namun jika terbesit hati melakukan ibadah semata-mata hanya ingin dipuji, segera hapus postingannya dan minta ampun kepada Allah SWT. agar tidak mendapat azab atas perbuatanmu.


Mulai sekarang, yuk perbaiki diri dan sebisa mungkin hindari akhlak tercela.