Penting! Pelajari 3 Ilmu Muamalah ini sebelum menjadi pedagang

Tips • 07 Februari 2020

Dalam melakukan perdagangan, penjual tentunya memiliki tujuan utama. Tujuan tersebut adalah mencari keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun pedagang tidak boleh mengabaikan agama dalam menjalankan praktek jual-beli. Pedagang dituntut untuk memiliki aqidah dan keyakinan yang benar. Prinsip ini yang harus dipegang agar proses jual-beli yang dilakukan diberkahi Allah SWT.


Pada Islam, ilmu yang membahas mengenai praktek jual-beli dinamakan Ilmu Muamalah. Menurut Idris Ahmad, muamalah adalah aturan Allah SWT yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam usahanya untuk mendapatkan alat-alat keperlua jasmaninya dengan cara yang baik. Sedangkan menurut Rasyid Ridho, muamalah adalah tukar-menukarbarang atau sesuatu yang bermanfaat dengan cara-cara yang telah ditentukan.


Untuk menjalankan perdagangan, tentunya penjual harus mempelajari ilmu muamalah.  Namun sebagai dasar untuk terhindar dari mudharat, berikut 3 ilmu muamalah yang BukaKios sarankan untuk perlu dikuasai dan dihindari oleh pedagang.


1. Riba


Kata riba berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti tambahan. Dalam kitab Mughnil Muhtaaj, riba adalah akad pertukaran barang tertentu dengan tidak diketahui (bahwa kedua barang yang ditukar) itu sama dalam pandangan syari’at, baik dilakukan saat akad ataupun dengan menangguhkan (mengakhirkan) dua barang yang ditukarkan atau salah satunya.


Riba hukumnya haram. Baik itu menurut Al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’. Hal ini dikarenakan adanya tindakan mengambil untung atau tambahan namun merugikan pembeli. Tindakan ini biasanya terjadi pada praktik hutang-piutang


2. Penipuan


Penipuan merupakan sebuah tindakan yang memberikan kebohongan demi mendapatkan keuntungan pribadi dan merugikan orang lain. Hukum melakukan penipuan adalah haram.


Praktek penipuan tentunya merugikan satu pihak dikarenakan pihak yang menjadi korban tidak akan mendapatkan sesuatu yang sebandingan dengan apa yang dibayar atau ditukarkan.


3. Taruhan atau spekulasi (Untung-untungan)


Taruhan merupakan tindakan yang memberikan sejumlah uang atau benda demi memperoleh kesempatan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Kesempatan untuk mendapatkan keuntungan tersebut sangat kecil. Jika yang melakukan taruhan tidak mendapatkan kesempatan menang, maka apa yang dia berikan di awal akan hilang atau tidak akan dikembalikan. Tentu saja tindakan ini merugikan bagi dia sendiri. Maka dari itu, menurut Islam hukum taruhan adalah haram.


Nah sekian tiga ilmu muamalah yang harus dipelajari lebih dalam oleh pedagang. Kuasai dan hindarilah untuk melakukan tindakan tercela tersebut sehingga rezeki yang kamu peroleh saat melakukan jual-beli menjadi berkah. Rezeki yang berkah nantinya akan memberikan kebaikan pula kepada dirimu sendiri.